Buka Resmi ICoMA, ICoVOS dan ICoVAR, Gubernur Erzaldi: “Babel Perlu Bangun Pelabuhan Internasional!”

Penulis: Editor_basuki | Ditulis pada 14 September 2018 15:59 WIB | Diupdate pada 14 September 2018 15:59 WIB


PUKUL GONG --  Gubernur Bangka Belitung Dr Erzaldi Rosman Djohan memukul gong tanda dibukanya seminar internasional ICoMA, ICoVAR dan ICoVOSS di Soll Marina Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Kamis (13/09/2018) pagi.  Pemukulan gong ini disaksikan Rektor UBB Dr Ir Muh Yusuf MSi dan pembicara utama tiga seminar tersebut.

PANGKALANBARU, UBB --   Gubernur Bangka Belitung Dr Erzaldi Rosman Djohan menilai  Bangka Belitung (Babel)  sudah selayaknya memiliki pelabuhan laut internasional sendiri.  Kehadiran pelabuhan ini nantinya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi,  yang  berujung  kepada meningkatnya kesejahteran masyarakat.

“Adanya pelabuhan berstandar internasional itu my dream (mimpi saya) dan it’s the dream of most Indonesian people (dan mimpi semua orang Indonesia).  Sebagai gubernur, saya akan berupaya  mewujudkan mimpi itu!,” tukas Erzaldi ketika membuka resmi tiga seminar internasional di Soll Marina, Pangkalanbaru, Bangka Tengah, Kamis (14/09/2018) pagi.

Selama dua hari (13-14 September),  Unversitas Bangka Belitung (UBB) bersama Polman Babel,  Universitas Diponegoro (Undip)   menggelar  seminar International Conference on Maritime and Archipelago (ICoMA), International Conference of Vocational Studies on Applied Research (ICoVAR) dan International Conference of Vocational Studies on Social Sciences (ICoVOSS).

Pembicara utama seminar itu Prof Drs H Muhammad Nasir PhD (Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi), Dr H Erzaldi Rosman Djohan MM (Gubernur Bangka Belitung), Prof Hideaki Kasai dan Prof Seiji Fujiwara  (Akashi National College of Technology, Jepang), Prof Datuk Dr Zainal Kling (Universiti Malaya, Malaysia), dan Mr Andrea Weiss (Natural Resources Switzeland).

Dalam sambutannya, Gubernur Babel secara panjang-lebar mengemukakan posisi strategis yang dimiliki kepulauan ini.   Selain penghasil bijih timah, lada dan hasil laut (antara lain ikan),   sudah yang  sejak dahulu kala (hingga saat ini)  perairan Babel begitu penting karena  menjadi alur pelayaran internasional.

Oleh sebab itu,  Erzaldi menegaskan,  ketika Sir Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan Gubernur Hindia Belanda dan  kemudian pada tahun 1811-1886 menjadi Gubernur (Hindia Belanda) Sumatera menolak perintah Gubernur Jenderal Hindia Belanda Pulau Bangka dan Bengkulu  ditukarkan dengan Singapura.

Raffles, kelahiran Jamaica 1781 dan dinobatkan sebagai pendiri Negara Kota Singapura, saat itu memiliki alasan kuat.  Sebab menurut Raffles, lanjut Erzaldi, posisi Bangka sangat strategis: di samping memiliki laut dalam,   pulau ini punya akses yang terkategori fantastis ke berbagai  wilayah daratan lainnya.

He would like to make it as an international port, instead of Singapore.  Now, I Mr Erzaldi as the current guvernor of Bangka Belitong would like to make his wish, and our dream come true.  I love this Island, and fully well understand what Sir Raffles meant back then!,” tukas Erzaldi dalam sambutannya berbahasa Inggris.

Dia akui  gubernur, saat ini Babel memiliki tujuh pelabuhan laut; dua berada di Pulau Belitung dan lima lainnya terletak di Pulau Bangka.  Babel sendiri menurut Erzaldi dikaruniai laut dalam, jauh lebih dalam dibandingkan beberapa lokasi di Pulau Sumatera.

“Maka, setelah nanti dilakukan beberapa survai dan studi tentang hal itu,  saya yakin  Kepulauan Bangka Belitung akan memiliki potensi  sebagai alternatif  pelabuhan internasional.  Kita akan membuat pelabuhan laut berstandar internasional di Kepulauan Bangka Belitung, yang dapat  mengakomodasi berbagai tipe kapal dan kapal ukuran lebih dari 2.500 gross ton,” ujar Erzaldi ‘berapi-api’ (bersemangat).

Dalam seminar internasional yang bertemakan maritim dan kepulauan, Erzaldi mengajak akademisi, peneliti dan pengajar di perguruan tinggi melakukan studi dan survai tentang maritim dan kepulauan yang dipimpinnya ini.

“Saya melihat  di pulau (Bangka Belitung) yang indah dan cantik ini banyak potensi ekonomi. Bangka sendiri punya sumberdaya yang memiliki permintaan tinggi, seperti timah, lada dan lain-lain,” ujar Erzaldi, menambahkan kehadiran pelabuhan internasional itu akan menekan biaya transportasi  laut dan  menjadi pelabuhan ‘pengumpul barang’ dari daerah lain, sebelum dikirim ke berbagai daerah dan negara lain.

Pada bagian lain sambutannya, Gubernur Babel ini mengemukakan Babel memiliki potensi lain yang tak kalah menariknya.   Yaitu dari 450 pulau yang ada di wilayah Provinsi Kepulauan Babel ini,  50 pulau  di antaranya  berpenghuni.

“Ini berarti 400 pulau lainnya masih puklau yang virgin (perawan, alami).  Maka dapat  Anda bayangkan betapa indahnya pulau tersebut,” ujar Erzaldi, menunjukkan potensi selanjutnya adalah dua  geo dan marine park di Babel;  masing-masing satu di Bangka dan Belitung (Eddy Jajang J Atmaja, Ari Riski)


Topik

ICOMA